Hidup adalah perjuangan,hidup ibarat mengisi gelas yang kosong denagan air.Itulah kata yang barangkali bisa kita renungkan saat ini.Rahasia Illahi tak ada yang tahu tinggal bagaimana kita menyikapi dan mersakannya,selalu ikhlas menerima bisa membuat hati kita dingin.
Ini adalah kisah hidupku berawal dari suatu desa dipelosok negeri lahirlah seorang didiek yang penuh dengan keterbatasannya.Didiek itu adalah saya,nama yang diberikan orang tua untuk menandai bahwa saya telah terlahir kedunia.
saya adalah anak pertama dari dua bersaudara,saya lahir dari keluarga sederhana.Saya melewati masa kecil dg keterbatasan,melewati SD,SMP,STM dengan biaya yang orang tua keluarkan untuk menjadikan saya bisa berguna meskipun didapatkan dg cucuran peluh dan airmata dari orangtuaku yang bijaksana.Saya sadar bahwa itulah yang namanya orangtua,selalu memberi dan tidak berharap diberi.Orangtua bagi saya adalah inspirasi hidup,inspirasi bagaimana kita menempatkan diri untuk mendidik anak2 kita dan dengan segala usaha yang halal untuk menjadikan anak berguna kelak.
Teruntuk orangtuaku
mentari pagi menyingsing dari ufuk timur
suara kicau burung menyambut datangnya surya
angin berhembus menyapa sukma
temani bumi ,temani makhluk
langkah kaki seorang tua
dengan peluh dan airmata dipipinya
tak hiraukan panas hujan yang mendera
demi sebuah jiwa yang ada dipelukannya
bapak....ibu.......
ijinkan terucap dari bibirku
sebuah kata dari sukma paling dalam
terima kasih untuk semuanya......
untuk perjuanganmu ....
untuk air matamu....
untuk peluhmu......
untuk segalanya buat anak2mu......
magetan,12 april 2009
Sabtu, 11 April 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


memang benar bos,orangtua adalah segalanya bagi kita.....
BalasHapusBetul sekali, kasih sayang orang tua, tak pernah putus dimakan waktu, semoga kita juga bisa menjadi orang tua yang baik bagi anak-anak kita...salam :)
BalasHapusAmin..
BalasHapus